Home

Kampus USU Kwala Bekala Diresmikan

PDFPrintE-mail

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), H. Syamsul Arifin SE, meresmikan Kampus Kuala Bekala Kecamatan di Medan Tuntungan, Sabtu (20/2) lalu. Kampus USU Kuala Bekala yang diresmikan ini seluas 300 hektare dan merupakan hibah dari Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara.

Peresmian lahan kampus baru bagi universitas tertua di Sumatera ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubsu Syamsul Arifin, SE dan Rektor USU, Prof. dr. Chairuddin P. Lubis, DTM&H, SpA(K). Turut hadir dalam acara itu antara lain Kapoldasu yang diwakili Kabid Humas Kombes Drs. H. Baharuddin Djafar, Rektor IAIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Nur Ahmad Fadhil Lubis, Pembantu Rektor (Purek) II Unimed, Drs Chairul Azmi, Pembantu Rektor, Dekan serta civitas akademika di lingkungan USU lainnya.



Rektor USU Prof. Chairuddin P. Lubis memaparkan, pengadaan Kampus USU Kuala Bekala seluas 300 hektare ini mulai dirintis sejak 1997. Pengadaan ini sebagai langkah anitisipasi akan kebutuhan lahan seiring dengan makin tingginya jumlah mahasiswa USU dalam jangka 20 tahun ke depan.

Saat ini, jumlah mahasiswa USU sudah mencapai 32 ribu orang lebih. Pada 2020, jumlah mahasiswa USU diperkirakan mencapai 62 ribu orang. "Kampus USU Padang Bulan tidak akan mampu menampung jumlah mahasiswa sebanyak itu, sehingga membutuhkan perluasan," jelasnya.

Keberhasilan pengadaan Kampus USU Kuala Bekala, ungkapnya, berkat peran besar Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu). Gubsu, mulai dari (alm) Raja Inal Siregar, (alm) T. Rizal Nurdin, Rudolf Pardede, dan Syamsul Arifin sendiri, memberikan dukungan penuh sehingga akhirnya lahan kampus baru ini bisa diresmikan.

Di bagian akhir, Rektor mengharapkan bantuan dan dukungan Gubsu bagi pembangunan Kampus USU Kuala Bekala ini. "Sejalan dengan visi dan misi Pak Gubernur agar rakyat tidak bodoh, saya yakin bahwa Pak Syamsul Arifin akan membantu USU sepenuhnya," kata beliau.

Sementara itu Gubsu Syamsul Arifin dalam sambutannya mengajak para undangan untuk membacakan doa. "Mari sejenak kita membaca Al Fatihah untuk berdoa bagi para pihak yang telah berjasa dalam pengadaan lahan Kampus USU Kuala Bekala ini, khususnya kepada (Alm) Bapak Raja Inal Siregar dan (Alm) Bapak Hadibroto katanya.

Beliau juga menyatakan komitmennya untuk membantu membangun universitas ini. Sebab, tegasnya, USU merupakan milik dan kebanggaan masyarakat provinsi ini. Maka ia mendukung penuh pembangunan agama dan dunia pendidikan di daerah Sumut, yang salah satunya diperankan oleh USU. Masih menurut Gubsu,
saat ini banyak orang yang tidak tahu dirinya melakukan perbuatan kurang berakhlak, misalnya memfitnah. "Tindakannya itu karena kekurangtahuannya, kekurangan ilmunya," ujarnya.

"Sejahat-jahatnya orang, tetap saja dia pada akhirnya menginginkan ketenangan. Itu bukan diperoleh dari lahan seluas 300 hektare ini, tapi berjuta-juta hektare yang lain, yaitu yang ada di sini," ingatnya sembari menunjuk ke dada (hati).

Kepada Rektor Chairuddin P Lubis yang jabatannya sebagai Rektor USU akan berakhir pada Maret ini, Gubsu mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang sudah dilakukan selama ini bagi perguruan tinggi ini. Gubsu juga mengajak Prof. Chairuddin untuk tidak "mengambil hati" jika dalam masa kepemimpinannya sebagai rektor banyak pihak yang tidak suka dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang negatif. "Abang jangan ‘ambil hati’ kalau kemudian ada orang-orang yang tidak suka. Jangan juga Abang pikirkan jika kemudian kita tidak dianggap ‘orang’ oleh orang lain," katanya.

Terkait pemilihan Rektor USU periode 2010-2014, Gubsu yang juga menjadi anggota Majelis Wali Amanat (MWA) mengajak segenap sivitas akademika USU, dalam hal ini Senat Akademik (SA) menggunakan hati dalam pemilihan itu. "Jangan hanya menggunakan pikiran kita saja. Tapi, mari kita pakai hati dalam melaksanakan pemilihan tersebut," ajaknya seraya menegaskan dirinya sama sekali tidak memiliki kepentingan apapun dalam persoalan ini, melainkan kepentingan masyarakatlah yang harus dipikulnya. (vie)


Last Updated on Monday, 22 February 2010 14:04