• Rakernas Live Stream
    Rakernas Live Stream
  • Buku Panduan Rakernas
    Buku Panduan Rakernas
  • Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Program Magister dan Program Doktor
    Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Program Magister dan Program Doktor
  • QS Rating USU Memperoleh Bintang 3
    QS Rating USU Memperoleh Bintang 3
  • Seleksi Penerimaan PPDS
    Seleksi Penerimaan PPDS
  • Sampaikan Aspirasi dan Pengaduan Untuk Universitas Sumatera Utara
    Sampaikan Aspirasi dan Pengaduan Untuk Universitas Sumatera Utara

MEDAN: Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI asal Daerah Pemilihan Sumatera Utara I (Medan,Deli serdang, Serdang Bedagai dan Kota Tebing tinggi) Mutia Hafidz melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara di Jalan Dr T Mansyur Kampus USU Medan, Minggu (26/11/2017).

 

Kunjungan dilakukan untuk melihat perkembangan rumah sakit yang berada di bawah naungan Universitas Sumatera Utara. Hadir menyambut anggota dewan yang mantan jurnalis TV itu, antara lain Direktur Utama RS USU dr Azwan Hakmi Lubis, SpA, Direktur Medik dan Pelayanan RS USU dr Nazaruddin Umar, SpAn. KNA, dr. Sake Juli Martina, Sp.FK ,Direktur Diklat, Penelitian dan Kerjasama.

 

Dirut RS USU dr Azwan Hakmi Lubis dalam sambutannya antara lain menyatakan, arah RS USU menjadi RS pendidikan dan juga sebagai tempat layanan pasien selain juga tempat pelayanan pendidikan dan penelitian. RS USU juga, harap Dirut, dapat memberikan pelayanan yang terbaik terkait pelaksanaan riset. Kata Dirut, klinik riset itu amat mahal, namun begitu, Azwan mengku optimis Kemenristek Dikti dapat mengucurkan dananya termasuk dorongan dari kalangan anggota parlemen yang peduli dengan riset di Indonesia mengingat hasilnya luar biasa dan memiliki dampak besar bagi warga.

Mutia 2

Dr Azwan Hakmi Lubis, antara lain juga menyatakan saat ini RS USU memiliki 17 poliklinik yakni anak, bedah, kebidanan dan kandungan, penyakit dalam, THT, mata, syaraf, kulit kelamin, jantung, rehabilitasi medis, bedah syaraf , orthopaedi, bedah anak, tumbuh kembang,psikiatri kesehatan jiwa, paru, anasthesi . Sementara jumlah tempat tidur beroperasional sekarang adalah 109 tempat tidur sementara jumlah tempat tidur akan beroperasional sebanyak 56 tempat tidur. Saat ini pihaknya sedang berjuang untuk mempersiapkan diri menjadi RS Tipe B dan sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak .Dirut menyebutkan, tenaga di RS USU adalah tenaga-tenaga muda yang menjadi penopang agar pelayanan RS USU menjadi lebih baik. Apalagi saat ini RS USU sudah mendapatkan akreditasi paripurna untuk tingkat kelas C dan merupakan RS pendidikan nomor 4 dari 24 RS PTN di seluruh Indonesia.

 

Terakhir RS USU sudah membuka Poli Nefrologi dan Hipertensi. Adanya poli itu membuat layanan yang akan diberikan kepada pasien semakin baik dan penanganan deteksi pada penyakit akan lebih cepat.

 

Berdasarkan data, jumlah alat HD di RS USU setelah adanya penambahan alat baru saat peresmian Poli Nefrologi dan Hipertensi 12 unit menjadi total 25 unit. Hal itu akan menunjang kemajuan RS USU yang sudah memperoleh akreditasi paripurna dan masuk kelas 4 besar dari peraih akreditasi paripurna dari 24 RS PTN di seluruh Indonesia. RS USU, yang diresmikan Menteri Riset, Teknologi dan PendidikanTinggi (MenristekDikti) Prof Mohammad Nasir pada Senin (09/01/2017) saat ini terus mengembangkan diri dalam memajukan kinerja khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga bukan hanya untuk Sumatera Utara namun juga daerah lainnya di sekitar Sumut. Saat ini RS USU sudah memberikan pelayanan 17 poliklinik termasuk di antaranya poliklinik anak, dan saat ini sudah mengoperasikan 109 tempat tidur dengan rencana penambahan 56 tempat tidur hingga total akan mencapai 165 tempat tidur.

Mutia 1

Mutia Hafidz dalam sambutannya antara lain mengaku kagum dengan kemajuan yang dicapai RS USU. Dua periode dirinya duduk sebagai anggota DPR RI asal Daerah PemilihanSumut 1, baru kali ini menyempatkan diri untuk mengunjungi dan Mutia tidak menyangka begitu cepat perkembangan RS USU hingga mampu meraih akreditasi paripurna untuk kelas RS tipe C. Mutia yang juga salah seorang pimpinan Komisi I DPR RI menyatakanakan berkoordinasi dengan anggota Komisi 9 danKomisi 11 DPR RI. Hal itu akan dilakukannya untuk menyampaikan betapa kebutuhan dana riset sangat diperlukan, dan juga agar ada koordinasi lintas sektoral antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Ristek Dikti sehingga ada dana-dana yang tidak harus dari satu Kementerian saja yang diterima RS USU.

 

Usai berdiskusi, Mutia Hafidz yang juga salah seorang unsure pimpinan DPP Partai Golkar menyempatkan diri mengunjungi ruang perawat ananak di lantai 4 RS USU. Selain menjenguk pasien yang sedangdirawat, Mutia juga memberikan bingkisan. (humas)

Video