• Rakernas Live Stream
    Rakernas Live Stream
  • Buku Panduan Rakernas
    Buku Panduan Rakernas
  • Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Program Magister dan Program Doktor
    Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Program Magister dan Program Doktor
  • QS Rating USU Memperoleh Bintang 3
    QS Rating USU Memperoleh Bintang 3
  • Seleksi Penerimaan PPDS
    Seleksi Penerimaan PPDS
  • Sampaikan Aspirasi dan Pengaduan Untuk Universitas Sumatera Utara
    Sampaikan Aspirasi dan Pengaduan Untuk Universitas Sumatera Utara

Pijar/USER, Medan. Pada masa ini film merupakan suatu industri yang tidak bisa dipandang sebelah mata lagi. Perkembangan industri perfilman di Indonesia yang cukup pesat, membuat banyak sineas muda yang terpacu dan membuat karya film.

 

Mengangkat tema, ‘Sinema Antara Refleksi Realitas dan Konstruksi Imajinatif / Kreatif’', Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU menggelar seminar perfilman, Senin (19/10) di Peradilan Semu Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Acara dibuka oleh Wakil Dekan I FISIP USU, Husni Thamrin, S.Sos, M.SP didampingi Ketua Departemen Ilmu Komunikasi.

 

IMG 2788

 

Kegiatan Seminar Nasional ini menghadirkan dua narasumber ahli.  Seorang analis film dari Universitas  Hasanuddin (UNHAS), yakni Syamsuddin Aziz, Ph.D serta sineas Kota Medan,  Onny Kresnawan, S. I. Kom yang juga merupakan Direktur dari Sineas Film Documentary.

 

Syamsuddin memberikan pencerahan ilmu, berbagi pengalaman tentang realitas dalam sinema, kekayaan artistik sinema dan sinema masa depan. “Tak semua orang mampu membaca isi gambar, maka dari itu perlu ditingkatkan pembelajaran dalam membaca gambar pada sineas indonesia,” urai Syamsuddin Aziz. Syamsuddin Aziz juga berharap agar para sineas muda tetap berkarya sesuai dengan hakikatnya.

 

Onny dalam materinya juga memberikan informasi yang berkaitan dengan perfilman serta tata cara membuat suatu karya film. “Film tidak sebatas proses tontonan. Ada rangkaian proses dan birokrasi yang menentukan kegunaan, ketersediaan, dan keterjangkauan film di ruang publik. Bidang produksi, distribusi, dan ekshibisi mewakili rantai kerja kreatif,” ujar onny Kresnawan.

 

IMG 2789

 

“Ini merupakan langkah dari Ilmu Komunikasi dan FISIP untuk mengangkat kembali bidang perfilman, sudah banyak dukungan yang diberikan oleh pihak kampus agar tetap dapat mengembangkan kreatifitas salah satunya dalam bidang dunia perfilman,” harap Ketua Departemen Ilmu Komunikasi.

 

“Semoga dengan adanya seminar ini, semakin banyak orang yang berkeinginan untuk terjun langsung ke bidang perfilman baik didepan layar maupun dibelakang layar,” ujar Sholihul Amri salah seorang  peserta seminar nasional. (Rere Reviansyah)

Video