Motto Universitas Sumatera Utara
Berita
Prof. Syahril: Prioritas pada Peralihan Status BHMN ke BHPP PDF Print E-mail
Written by Webmaster   
Tuesday, 09 March 2010 08:54

Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, MSc(CTM). Sp.A(K) akan memprioritaskan Tata Kelola Perguruan Tinggi dan meningkatkan reputasi USU di tingkat nasional dan internasional setelah dirinya dipilih sebagai rektor USU periode 2010-2015. Kedua program tersebut termasuk dalam tujuh isu pokok dalam pemaparan program kerjanya. Hal tersebut dikatakan oleh Prof. Syahril ketika  ditemui disela-sela kesibukannya sebagai konsultan dokter anak di poli anak Rumah Sakit H. Adam Malik Medan, Senin (8/3).

 



Tata Kelola yang dimaksud adalah perubahan status BHMN USU menjadi BHPP yang Juli nanti formatnya sudah harus selesai dan diserahkan ke Jakarta. "Tata Kelola inilah prioritas saya yang pertama mengingat waktu yang sudah sangat mendesak", ujar Prof. Syahril.  Sedangkan prioritas kedua adalah menaikkan kembali reputasi USU yang dulu sempat masuk peringkat 82 Asia Tenggara namun sekarang menurun bahkan keluar dari peringkat 100 besar. "Saya akan memperbaiki ini, mungkin dulu karena rangkingnya naik, semua orang terbuai hingga melupakan pekerjaan penting seperti menambah, merubah dan memperbaiki konten web". "Ketiadaan bahan ajar online, tidak masuknya gugus kendali mutu dan sebagainya juga mempengaruhi peringkat USU di webometric", ujar Profesor yang rajin puasa senin kamis ini.

Untuk menaikkan reputasi ini, ke depan akan dimintakan kepada seluruh dosen untuk mengumpulkan bahan ajar, jurnal ilmiah, karya tulis, penelitian-penelitian dosen bersangkutan. Juga akan diadakan pelatihan-pelatihan teknologi informasi kepada staf-staf USU baik akademik maupun non akademik agar tidak "gagap" terhadap teknologi informasi yang sangat berkembang saat ini. "Kita akan mengusahakan pengadaan laptop kepada masing-masing dosen sehingga kinerja dosen dapat lebih tersebut lebih baik". katanya lagi.



Disinggung mengenai staf non akademik di USU, Prof. Syahril mengatakan akan diupayakan beasiswa S2 bagi staf non akademik guna peningkatan kinerja. "Staf-staf di USU baik akademik maupun non akademik akan diperhatikan kualitas sumber dayanya sehingga segala aktifitas di lingkungan kampus berjalan efektif. Demikian juga akan kita pikirkan penambahan sumber daya manusia khususnya pegawai di bidang Teknologi Informasi ini di setiap fakultas, sehingga entrian data akan selalu terupdate." kata dokter yang pernah menjadi ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Sumut ini menambahkan.

Sebagaimana terangkum dalam pemaparan program kerjanya, transformasi tatakelola memiliki 12 program kerja prioritas. Di antara program kerja itu menyusun rancangan naskah Peraturan Pemerintah (PP) Anggaran Dasar (AD) USU BHPP yang juga memuat pengaturan pemisahan aset USU, dan menyusun rancangan naskah keputusan MWA tentang Anggaran Rumah Tangga (ART) USU BHPP. Kemudian, pengembangan sistem pencatatan transaksi keuangan USU yang akurat dan terintegrasi dengan dukungan sistem real time dan transparan; menyusun Rencana Strategis (Renstra) USU 2010-2015; dan menyusun rencana SDM, revitalisasi sistem personalia yang didukung sistem informasi manajemen dan keuangan yang terintegrasi, pengembangan remunerasi dan penghargaan berbasis merit system, correction and punishment system.

Untuk Reputasi, direncanakan peningkatan reputasi USU menuju pencapaian nasional dengan jangkauan global (national achievement with global reach). Beberapa program prioritas itu ialah penyediaan secara terpusat fasilitas penelitian pada tingkat universitas. Memfasilitasi terbentuknya penelitian multidisiplin untuk merespon isu strategis keilmuan serta perolehan hak atas kekayaan intelektual (HAKI), serta telaah dan penyesuaian mutu kurikulum secara periodik melalui benchmarking dengan universitas terkenal.

Untuk tingkat internasional, program prioritasnya antara lain perluasan program kerjasama dengan institusi mapan di luar negeri untuk kemungkinan joint programs saling menguntungkan, peningkatan jumlah publikasi dalam bentuk buku teks, jurnal nasional terakreditasi dan internasional, dan pemakalah dalam kegiatan ilmiah internasional serta kualitas isi (content) situs laman (web) USU.

Sedangkan isu peningkatan relevansi dan daya saing disertai pemerataan dan perluasan akses, di antaranya pembaruan kurikulum sesuai perkembangan ilmu dan teknologi dan dunia kerja serta diversifikasi program studi.  Prof. Syahril juga merencanakan menyediakan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dari kelompok ekonomi miskin hingga 20 persen dari total mahasiswa pendidikan diploma dan sarjana. (vie)

 

Last Updated ( Tuesday, 09 March 2010 15:30 )
 
Rektor USU Terpilih Periode 2010-2015 Prof. Dr. Syahril Pasaribu PDF Print E-mail
Written by Webmaster   
Monday, 01 March 2010 09:24

Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, MSc(CTM). Sp.A(K) guru besar Fakultas Kedokteran USU terpilih sebagai Rektor USU periode 2010-2015. Prof. Syahril Pasaribu terpilih setelah berhasil mengungguli kandidat lain seperti Prof. Dr. Bismar Nasution, SH, M.Hum dari Fakultas Hukum, Prof. Subhilhar, MA, Ph.D dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Prof. drg. Ismet Danial Nasution, Ph.D dari Fakultas Kedokteran Gigi dan Prof. Ir. Nawawi Lubis, M.Phil, Ph.D dari Fakultas Teknik.

Pemilihan berlangsung di Jakarta pada sidang Majelis Wali Amanat (MWA) USU yang dipimpin oleh Joefly Joesoef Bahroeny, di ruang rapat Kementrian Pendidikan Jakarta 26 Februari 2010. Prof. Syahril Pasaribu berhasil meraih 64,9 persen suara mengungguli Prof. drg. Ismet Danial Nasution yang meraih 30,7 persen suara. Suara yang diperoleh berasal dari 19 orang anggota MWA dari keseluruhan 21 orang anggota MWA termasuk suara yang berasal dari Menteri Pendidikan Nasional sebanyak 7 suara (35%). Sementara anggota MWA  yang lain masing-masing memiliki 1 suara termasuk Gubernur Sumatera Utara.

Sebelum pemilihan oleh MWA di Jakarta, telah diadakan tahap audisi di Gedung Auditorium USU sebagai wadah presentasi kandidat untuk pemaparan program kerja dan penyampaian visi dan misi  kelima kandidat. Kemudian Anggota Senat Akademik yang berjumlah 101 orang memilih dua dari lima kandidat, untuk selanjutnya dipilih lagi oleh anggota MWA di Jakarta. Pada pemilihan oleh Senat Akademik Prof. Syahril Pasaribu berhasil memperoleh dukungan 51 suara, Prof. drg. Ismet Danial Nasution 23 suara, Prof.  Ir. Nawawi Lubis 13 suara, Prof. Subhilhar 8 suara dan Prof. Bismar Nasution4 suara. Rencananya Rektor yang baru terpilih ini akan dilantik pada 31 Maret 2010. (vie)


 

 


Last Updated ( Monday, 01 March 2010 11:27 )
 
Audisi Calon Rektor Telah Selesai Dilaksanakan PDF Print E-mail
Written by Webmaster   
Thursday, 25 February 2010 15:07

Audisi Calon Rektor USU

Audisi calon rektor USU kemarin (24/2) selesai dilaksanakan. Kelima calon rektor telah memberikan visi dan misi serta uraian kerja mereka untuk lima tahun mendatang. Berikut simpulan program masing-masing calon.

1. Prof. DR. BISMAR NASUTION, SH, MH


Visi: University for Industry.
Misi:

  • Menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat akademik dan/atau profesional dengan kemampuan menerapkan, mengembangkan, dan memperkaya ilmu pengetahuan, teknologi dan seni;
  • Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dan pengembangan penerapannya untuk menghasilkan produk/jasa pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat bermutu tinggi yang dibutuhkan dalam meningkatkan kemakmuran  masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional;
  • Memperluas partisipasi dalam pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan nasional dalam pembelajaran, dan memodernisasikan cara pembelajaran dengan memanfaatkan keunggulan 
    teknologi informasi dan komunikasi secara luas.


2. Prof. ISMED DANIAL NASUTION, drg.,Ph.D.,Sp.Pros(K).,FICD

Dengan semboyan: Bersama Membangun USU

KONDISI USU SAAT INI

              KEMAJUAN YANG TELAH DICAPAI:

  1. Meningkatnya jumlah dan akreditasi program studi
  2. Meningkatnya indeks prestasi kumulatif mahasiswa
  3. Meningkatnya strata pendidikan dosen
  4. Pengembangan infrastruktur dan kapasitas institusi 
  5. Pembangunan Kampus II USU
  6. Rumah Sakit Pendidikan USU
  7. Pengembangan dan Optimalisasi Layanan Informasi
  8. Pengembangan Sistem Manajemen MutuHibah Institusi

    MASALAH YANG DIHADAPI:
    1.    Partisipasi komunitas USU belum maksimal
    2.    Penyesuaian AD/ART sesuai dengan UU BHP
    3.    Akreditasi program studi belum maksimal
    4.    Penyesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja dan daya saing bangsa
    5.    Kontribusi dan peran USU di tingkat nasional dan internasional masih terbatas
    6.    SDM dan fasilitas yang belum maksimal

    KEBIJAKAN STRATEGIK

    1.     Merubah Pola Pikir Komunitas USU
    2.     Melaksanakan Tata Kelola yang Baik (Good University Governance)
    3.     Merubah Pola dan Meningkatkan Mutu Kegiatan Akademik
    4.     Melakukan dan Memperluas Kerjasama dengan Lembaga dan Institusi Pendidikan Lain serta Kalangan Swasta
    5.     Meningkatkan SDM dan Fasilitas Pendidikan

 

3. Prof. Ir. H. MOEHAMMED NAWAWIY LOEBIS, M.Phil., Ph.D

LATAR BELAKANG

  • Pendidikan bermutu dan dapat diakses seluruh strata masyarakat mampu menciptakan masyarakat yang demokratis, kreatif, dan bermartabat. Faktanya, sebagian masyarakat belum memperoleh pendidikan yang berkualitas.  Terdapat korelasi antara kualitas SDM dengan kualitas Perguruan Tinggi.  Dalam kondisi seperti itu kehadiran USU dengan status barunya sebagai PT. BHMN dan akan beralih menjadi PT BHP menjadi signifikan untuk mengurangi permasalahan pendidikan Persoalannya adalah dengan status USU yang baru, memunculkan berbagai persoalan internal maupun ekternal. Oleh karenanya, USU ke depan sudah harus memiliki visi, misi, dan program kerja yang terarah untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi dan memanfaatkan peluang untuk peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan civitas akademika USU. Atas dasar itu, program kerja ini disusun sebagai salah satu syarat pencalonan Rektor USU Priode 2010-2915.

    Visi :
    Berdasarkan berbagai kajian terhadap faktor eksternal yang berkembang saat ini dan kecenderungannya pada masa yang akan datang, serta peran besar USU yang diharapkan Pemerintah, Masyrakat serta pelaku bisnis dalam menghadapi persaingan maka visi USU ditetapkan University for Industry

    Misi:
  • Menyiapkan Mahasiswa menjadi Masyarakat Akademik dan/atau professional dengan kemampuan menerapkan, mengembangkan, dan memperkaya ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
  • Mengembangkan dan Menyebarluaskan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni dan Pengembangan penerapannya untuk menghasilkan produk/jasa pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat bermutu tinggi yang dibutuhkan dalam meningkatkan kemakmuran masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional
  • Memperluas partisipasi dalam pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan nasional dalam pembelajaran, dan memodernisasi cara pembelajaran dengan memanfaatkan keunggulan teknologi informasi dan komunikasi secara luas

 

4. Prof. SUBHILHAR, Ph.D

Visi: University for Industry

Misi:

  • Menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat akademik dan/atau profesional dengan kemampuan menerapkan, mengembangkan, dan memperkaya ilmu pengetahuan, teknologi dan seni;
  • Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dan pengembangan penerapannya untuk menghasilkan produk/jasa pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat bermutu tinggi yang dibutuhkan dalam meningkatkan kemakmuran masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional;
  • Memperluas partisipasi dalam pemberlajaran untuk memenuhi kebutuhan nasional dalam pembelajaran, dan memodernisasikan cara pembelajaran dengan memanfaatkan keunggulan teknologi informasi dan komunikasi secara luas.

5. Prof. Dr. dr. SYAHRIL PASARIBU, DTM&H. MSc(CTM). Sp.A(K)

Isu Pokok:

  • Penuntasan transformasi menuju universitas yang otonom dan akuntabel, dengan tata kelola yang handal dan dukungan sumber daya manusia yang berkomitmen.
  • Peningkatan reputasi universitas menuju “national achievement with global reach”.
  • Peningkatan relevansi dan daya saing disertai pemerataan dan perluasan akses.
  • Pembinaan kemandirian melalui wira usaha (entrepreneurship).
  • Pengembangan perilaku kecendekiawanan yang beretika.
  • Peningkatan income generating.
  • Penataan infrastruktur dan fasilitas kampus.

(vie)

 

Last Updated ( Thursday, 25 February 2010 15:41 )
 
IBM Goes To Campus 2010 PDF Print E-mail
Written by Webmaster   
Wednesday, 24 February 2010 11:38

IBM Indonesia berkunjung ke kampus USU dan menggelar seminar sehari dengan topik Optimizing Information Technology to build a Smarter Planet an Introduction to IBM Solution Portfolio pada Selasa, 23 Februari 2010 di gedung Perpustakaan Kampus USU. Kegiatan dimaksud untuk sharing kepada mahasiswa, dosen dan pemerhati bidang TI di USU. Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi sebagai pendukung utama lajunya pertumbuhan berbagai sektor industri, dewasa ini kebutuhan akan sumber daya yang terampil di bidang TI pun semakin meningkat. Untuk meperkaya wawasan mereka terhadap teknologi terkini yang saat ini banyak diaplikasikan di dunia bisnis dan industri serta memperkenalkan lebih dekat portfolio solusi teknologi yang dimiliki oleh IBM. Hadir dalam acara tersebut, Drs. A. Ridwan Siregar, M.Lib Kepala Sistem Informasi dan Perpustakaan, Prof. M. Zarlis, Ketua Prodi Ilmu Komputer, dosen-dosen TI di lingkungan USU, Roy Simangunsong, Mid Market Manager PT IBM Indonesia, dan para mahasiswa IT USU.


Beberapa materi yang disampaikan antara lain:
Building a Smarter Planet - an IBM Approach
Topik ini membahas inisiatif IBM untuk membantu dunia industri menjadi lebih 'cerdas' dengan implementasi teknologi informasi yang tepat. Hal ini dipacu oleh beberapa peubahan mendasar yangs aat ini sedang berlangsung. Di dukung oleh berbagai instrumen teknologi yang memungkinkan terjadinya berbagai inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dengan memperhatikan faktor lingkungan.

Introduction to IBM Solution Portfolio under Dynamic Infrastructure
Merupakan pilar dari Building a Smarter Planet yang membahas pentingnya membangun suatu infrastruktur teknologi informasi yang dinamis, disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis industrinya. Beberapa hal yang dapat membatu setiap industri untuk menghemat biaya dan meminimalissir resiko dari segi penerapan IT.

Experience IBM Technology (Software Content)
Mengetengahkan beberapa solusi software IBM yang dapat bermanfaat bagi dunia edukasi pada umumnya dan penerapannya di market.


International Business Machines Corporation (disingkat IBM; NYSE: IBM) adalah sebuah perusahaan Amerika Serikat yang memproduksi dan menjual perangkat keras dan perangkat lunak komputer. IBM didirikan pada 15 Juni 1911, beroperasi sejak 1888 dan berpusat di Armonk, New York, Amerika Serikat. Dengan lebih dari 330.000 pegawai di seluruh dunia dan pendapatan US$96 milyar (angka dari 2004), IBM adalah perusahaan teknologi informasi terbesar di dunia, dan salah satu yang terus berlanjut dari abad 19. Dia memiliki teknisi dan konsultan di lebih dari 170 negara dan laboratorium pengembangan yang berlokasi di seluruh dunia, di setiap cabang ilmu komputer dan teknologi informasi; beberapa dari mereka adalah pionir di bidang mulai dari komputer mainframe ke nanoteknologi.


Mesin-mesin dan produk IBM yang sukses adalah Mainframe dengan sistem 370 (1960an), IBM PC, AS/400 dan RS/6000 (1980an), PowerPC CPU (1990an, bekerja sama dengan Motorola - sekarang Freescale). Dalam tahun-tahun belakangan ini, pendapatan jasa dan konsultasi lebih besar dari produksi. Samuel J. Palmisano dipilih menjadi CEO pada 29 Januari 2002 setelah memimpin Jasa Global IBM, dan menolongnya menjadi bisnis dengan "backlog" US$100 milyar di 2004. Pada 2002 perusahaan ini menguatkan kemampuan nasihat bisnisnya dengan mengambil alih perusahaan jasa konsultan tekemuka PricewaterhouseCoopers. Perusahaan ini terus memfokuskan usahanya di konsultasi jawaban bisnis, jasa dan perangkat lunak, dan juga menekankan chip harga tinggi dan teknologi perangkat keras. Pada 2004 dia mempekerjakan sekitar 191.000 teknisi profesional. Yang termasuk 300-400 Teknisi Terkenal dan 50-60 "IBM fellow", teknisi paling senior. IBM Research memiliki delapan laboratorium riset yang terletak di belahan utara dunia, dengan setengahnya terletak di luar Amerika Serikat. Pegawai IBM telah meraih lima penghargaan Nobel. Di Amerika, mereka juga mendapatkan empat Penghargaan Turing, lima Medali Teknologi Nasional, dan lima Medali Sains Nasional, dan juga banyak lagi di luar Amerika. Pada 1 Mei 2005, divisi PC IBM secara resmi diambil alih oleh perusahaan Republik Rakyat Cina Lenovo. (vie/wikipedia)

Last Updated ( Wednesday, 24 February 2010 15:44 )
 
Kampus USU Kwala Bekala Diresmikan PDF Print E-mail
Written by Webmaster   
Monday, 22 February 2010 13:48

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), H. Syamsul Arifin SE, meresmikan Kampus Kuala Bekala Kecamatan di Medan Tuntungan, Sabtu (20/2) lalu. Kampus USU Kuala Bekala yang diresmikan ini seluas 300 hektare dan merupakan hibah dari Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara.

Peresmian lahan kampus baru bagi universitas tertua di Sumatera ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubsu Syamsul Arifin, SE dan Rektor USU, Prof. dr. Chairuddin P. Lubis, DTM&H, SpA(K). Turut hadir dalam acara itu antara lain Kapoldasu yang diwakili Kabid Humas Kombes Drs. H. Baharuddin Djafar, Rektor IAIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Nur Ahmad Fadhil Lubis, Pembantu Rektor (Purek) II Unimed, Drs Chairul Azmi, Pembantu Rektor, Dekan serta civitas akademika di lingkungan USU lainnya.



Rektor USU Prof. Chairuddin P. Lubis memaparkan, pengadaan Kampus USU Kuala Bekala seluas 300 hektare ini mulai dirintis sejak 1997. Pengadaan ini sebagai langkah anitisipasi akan kebutuhan lahan seiring dengan makin tingginya jumlah mahasiswa USU dalam jangka 20 tahun ke depan.

Saat ini, jumlah mahasiswa USU sudah mencapai 32 ribu orang lebih. Pada 2020, jumlah mahasiswa USU diperkirakan mencapai 62 ribu orang. "Kampus USU Padang Bulan tidak akan mampu menampung jumlah mahasiswa sebanyak itu, sehingga membutuhkan perluasan," jelasnya.

Keberhasilan pengadaan Kampus USU Kuala Bekala, ungkapnya, berkat peran besar Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu). Gubsu, mulai dari (alm) Raja Inal Siregar, (alm) T. Rizal Nurdin, Rudolf Pardede, dan Syamsul Arifin sendiri, memberikan dukungan penuh sehingga akhirnya lahan kampus baru ini bisa diresmikan.

Di bagian akhir, Rektor mengharapkan bantuan dan dukungan Gubsu bagi pembangunan Kampus USU Kuala Bekala ini. "Sejalan dengan visi dan misi Pak Gubernur agar rakyat tidak bodoh, saya yakin bahwa Pak Syamsul Arifin akan membantu USU sepenuhnya," kata beliau.

Sementara itu Gubsu Syamsul Arifin dalam sambutannya mengajak para undangan untuk membacakan doa. "Mari sejenak kita membaca Al Fatihah untuk berdoa bagi para pihak yang telah berjasa dalam pengadaan lahan Kampus USU Kuala Bekala ini, khususnya kepada (Alm) Bapak Raja Inal Siregar dan (Alm) Bapak Hadibroto katanya.

Beliau juga menyatakan komitmennya untuk membantu membangun universitas ini. Sebab, tegasnya, USU merupakan milik dan kebanggaan masyarakat provinsi ini. Maka ia mendukung penuh pembangunan agama dan dunia pendidikan di daerah Sumut, yang salah satunya diperankan oleh USU. Masih menurut Gubsu,
saat ini banyak orang yang tidak tahu dirinya melakukan perbuatan kurang berakhlak, misalnya memfitnah. "Tindakannya itu karena kekurangtahuannya, kekurangan ilmunya," ujarnya.

"Sejahat-jahatnya orang, tetap saja dia pada akhirnya menginginkan ketenangan. Itu bukan diperoleh dari lahan seluas 300 hektare ini, tapi berjuta-juta hektare yang lain, yaitu yang ada di sini," ingatnya sembari menunjuk ke dada (hati).

Kepada Rektor Chairuddin P Lubis yang jabatannya sebagai Rektor USU akan berakhir pada Maret ini, Gubsu mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang sudah dilakukan selama ini bagi perguruan tinggi ini. Gubsu juga mengajak Prof. Chairuddin untuk tidak "mengambil hati" jika dalam masa kepemimpinannya sebagai rektor banyak pihak yang tidak suka dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang negatif. "Abang jangan ‘ambil hati’ kalau kemudian ada orang-orang yang tidak suka. Jangan juga Abang pikirkan jika kemudian kita tidak dianggap ‘orang’ oleh orang lain," katanya.

Terkait pemilihan Rektor USU periode 2010-2014, Gubsu yang juga menjadi anggota Majelis Wali Amanat (MWA) mengajak segenap sivitas akademika USU, dalam hal ini Senat Akademik (SA) menggunakan hati dalam pemilihan itu. "Jangan hanya menggunakan pikiran kita saja. Tapi, mari kita pakai hati dalam melaksanakan pemilihan tersebut," ajaknya seraya menegaskan dirinya sama sekali tidak memiliki kepentingan apapun dalam persoalan ini, melainkan kepentingan masyarakatlah yang harus dipikulnya. (vie)


Last Updated ( Monday, 22 February 2010 14:04 )
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 38