Medan-USU: Dr. Drs. Andrinof Achir Chaniago, M.Si, Menteri PPN/Kepala BAPPENAS, menyatakan, pemerintahan Presiden Joko Widodo bercita-cita membawa Indonesia yang jauh lebih baik. Hal itu dikemukannya di hadapan ratusan mahasiswa Pasca Sarjana dan Program S3 (tiga) di gedung perkuliahan Pasca Sarjana, Kampus USU Medan, beberapa waktu yang lalu. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Rektor I USU Prof. Ir. Zulkifli Nasution, M.Sc., Ph.D, Direktur Sekolah Pasca Sarjana USU Prof. Dr. Erman Munir dengan moderator Ketua Program S3 Perencanaan Wilayah Prof. Dr. Sirojuzilam serta ratusan mahasiswa program pascasarjana.

Andrinof 1Menurut Menteri PPN/Kepala BAPPENAS dihadapan mahasiswa Pascasarjana USU, saat ini pemerintah berusaha mengejar peningkatan daya saing melalui peningkatan kualitas manusia, termasuk melalui pembangunan mental. Lalu memanfaatkan dan mengembalikan potensi yang hilang di sektor maritim dan kelautan. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Mengurangi ketimpangan antarwilayah. Memulihkan kerusakan lingkungan serta memajukan kehidupan bermasyarakat. Sementara strategi pembangunan dilakukan dengan Norma Pembangunan di antaranya; 1) Membangun untuk manusia dan masyarakat; 2) Upaya peningkatan kesejahteran, kemakmuran, produktivitas tidak boleh menciptakan ketimpangan yang makin melebar; 3) Perhatian khusus diberikan kepada peningkatan produktivitas rakyat lapisan menengah ke bawah, tanpa menghalangi, menghambat, mengecilkan dan mengurangi keleluasaan pelaku-pelaku besar untuk terus menjadi agen pertumbuhan. 4) Aktivitas pembangunan tidak boleh merusak, menurunkan daya dukung lingkungan dan keseimbangan ekosistem.

Andrinof 2Lalu ada 3 (tiga) dimensi pembangunan yang disorot Kementerian PPN/Bappenas yakni pada dimensi pembangunan manusia titik beratnya kepada; Pendidikan; Kesehatan; Perumahan serta Mental Karakter. Kemudian dimensi pembangunan sektor unggulan titik beratnya kepada Kedaulatan Pangan, Kedaulatan Energi & Ketenagalistrikan, Kemaritiman dan Kelautan serta Pariwisata dan Industri. Sementara dimensi terakhir yakni dimensi pemerataan dan kewilayahan yang titik tolaknya kepada Antar kelompok Pendapatan. Lalu Antarwilayah: (1) Desa, (2) Pinggiran, (3) Luar Jawa, (4) Kawasan Timur.

 

Sementara kondisi itu juga harus ditopang kepada Kepastian dan Penegakan Hukum Keamanan dan Ketertiban Politik & Demokrasi Tata Kelola & RB. Untuk mencapai kemajuan Indonesia ke depan, Menteri PPN/Kepala BAPPENAS, kemudian memaparkan beberapa kebijakan seperti kedaulatan pangan dengan 1. Peningkatan ketersediaan pangan melalui penguatan kapasitas produksi DN: Padi: (i) penyelesaian pengamanan lahan berkelanjutan (menahan konversi sawah) dan perluasan sawah baru 1 juta ha dan jaringan irigasi; (ii) revitalisasi penyuluhan dan sistem perbenihan-1.000 desa berdaulat benih dan 1.000 desa pertanian organik; (iv) bank untuk pertanian-UKM-Koperasi; Produk perikanan: 40 juta ton (ikan dll).

Andrinof 3Lalu peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap pangan: (i) pembangunan gudang dengan fasilitas pasca panen; pengendalian impor melalui pemberantasan mafia impor; (ii) penguatan cadangan pangan dan stabilisasi harga pangan; (iii) pengembangan sistem logistik ikan. Pemerintah juga katanya berupaya meningkatkan perbaikan kualitas konsumsi pangan dan gizi masyarakat di antaranya dengan: (i) konsumsi protein: telur, ikan, dan daging, sayur dan buah; (ii) penggunaan pangan lokal non beras. Sementara untuk mitigasi gangguan terhadap kedaulatan pangan: antara lain dengan penyediaan (i) benih adaptif perubahan iklim, sekolah iklim dan asuransi pertanian. Disebutkannya lagi untuk 3 tahun pertama: fokus pada swasembada padi. Untuk kedele fokus pada konsumsi DN utamanya untuk tahu dan tempe; Gula, daging sapi dan garam fokus pada pemenuhan konsumsi rumah tangga.

Andrianof 4Pada akhirnya, kata Menteri PPN/Kepala BAPPENAS, pemerintah sangat mengharapkan dunia pendidikan, dalam upaya peningkatan sumber daya manusia yang pada gilirannya akan mempercepat pembangunan Indonesia dan kesejahteraan rakyat akan meningkat. Sebelumnya Menteri PPN/Kepala BAPPENAS, hadir pada acara pembukaan Forum Rektor Indonesia (FRI) 2015 dengan agenda konvensi kampus XI dan Temu Tahunan XVII di Auditorium USU, Sabtu (24/1) di Auditorium USU.

Andrianof 5Usai pembukaan Menteri PPN/Kepala BAPPENAS tampil sebagai pembicara utama dalam forum yang antara lain dihadiri Menko Maritim Dr. Ir. Dwisuryo Soesilo, M.Sc, Menristek Dikti melalui Direktur Pembelajaraan Kemahasiswaan Dikti, Dr. Ila Sahila, mantan KASAL Laksamana TNI (purn) Dr. Marsetio, Gubernur Sumatera Utara H. Gatot Pudjonugroho, ST., MSi, Wakil Gubernur Sumut Ir. H.T. Erry Nuradi, M.Si, Ketua Forum Rektor Indonesia periode 2014 Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS, Rektor dan Direktur Perguruan Tinggi, para civitas akademika USU, Kapolda Sumut Irjen. Pol. Eko Hadi Sutedjo, Pangdam I/BB, Danlantamal, dan undangan lainnya. Selaku tuan rumah hadir Rektor Universitas Sumatera Utara Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM &H, MSc (CTM).,Sp.A (K). (humas)

Back to top