Berita
PT. BNI (Persero) Tbk Berikan Bantuan Ke USU
Written by Webmaster Friday, 03 February 2012 18:05

Khairul Fithri mengatakan penyerahan bantuan yang diberikan oleh PT BNI tersebut adalah bentuk apresiasi PT BNI kepada USU karena adanya kerjasama kedua belah pihak yang telah terjalin baik selama ini. "Tujuannya tak lain adalah untuk lebih mengeratkan hubungan antar institusi kedua pihak”, ujar beliau.
Sementara Pembantu Rektor V USU Ir. Yusuf Husni menyambut baik dan mengucapkan terimakasih atas penyerahan bantuan PT BNI yang merupakam wujud apresiasi kepada USU tersebut. “Semoga apresiasi yang diserahkan oleh PT BNI ini bermanfaat bagi USU khususnya kelancaran operasional”, ucap Yusuf Husni.

PPATK Kerjasama Dengan USU Cegah Money Laundering
Written by Webmaster Thursday, 02 February 2012 22:07

Sementara Kepala PPATK Muhammad Yusuf, SH, MM menyebutkan bahwa ruang lingkup Nota Kesepahaman itu meliputi pengembangan kajian keilmuan di berbagai bidang yang terkait dengan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang melalui penelitian aplikatif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan melakukan sosialisasi mengenai rezim antipencucian uang di Indonesia. Dan dengan adanya kerjasama tersebut, ujar beliau, USU dapat dilibatkan dalam melakukan riset mengenai analisis strategis dan tipologi atau modus tindak pidana pencucian uang yang terjadi di dalam dan di luar negeri serta dalam melakukan penelitian mengenai perkembangan konvensi atau rekomendasi internasional di bidang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Kemudian memberikan sosialisasi tentang rezim anti pencucian uang kepada civitas akademika USU, serta memberikan kesempatan kepada civitas akademika USU untuk mengikuti pendidikan dan/atau pelatihan yang diselenggarakan PPATK atau mitra kerja PPATK. Dengan kerjasama itu pula PPATK memberikan bahan-bahan kepustakaan yang terkait dengan tindak pidana pencucian uang kepada civitas akademika USU, dan menerima kunjungan belajar USU, termasuk namun tidak terbatas kepada dosen dan mahasiswa USU.

Muhammad Yusuf, SH, juga menambahkan bahwa dengan demikian USU dapat mengikutsertakan pegawai PPATK dalam berbagai program pendidikan termasuk namun tidak terbatas pada kursus singkat (short course), pendidikan profesi, maupun jenjang pendidikan S1, S2, dan S3 dengan mematuhi persyaratan yang ditentukan oleh USU, memberikan bantuan keahlian terkait dengan penelitian dan pengembangan dibidang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang termasuk namun tidak terbatas pada pengembangan SDM, menyampaikan hasil kajian atau makalah ilmiah yang terkait dengan tindak pidana pencucian, serta mengikutsertakan PPATK dalam setiap kegiatan, termasuk namun tidak terbatas pada penelitian, observasi, seminar, dan workshop yang terkait dengan bidang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian.
TVRI Medan Hadirkan Program Kegiatan Mahasiswa USU
Written by Webmaster Friday, 27 January 2012 19:04
Universitas Sumatera Utara kembali mengadakan kerjasama yang kali ini dilakukan dengan Televisi Republik Indonesia (TVRI) Stasiun Sumatera Utara, Rabu (25/1). Perjanjian yang ditandatangani di gedung Biro Rektor (BPA) USU lantai III itu dilakukani oleh Kepala Stasiun TVRI Stasiun Sumatera Utara Ir. Syafrullah dan Rektor Universitas Sumatera Utara Prof. Syahril Pasaribu dan disaksikan oleh beberapa kalangan Dekan dari lingkungan USU serta jajaran pimpinan TVRI Medan.

Prof. Syahril Pasaribu mengatakan dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini yang menjadi tantangan berat bagi TVRI adalah regulasi pemerintah yang menyulitkan lembaga tersebut untuk maju dan berkembang. “Apalagi dengan makin menjamurnya televisi swasta yang maju maka akan semakin banyak ketinggalan yang dialami TVRI kita karena banyaknya kendala dan sekat-sekat yang harus dilewati”, ujar beliau. Sampai saat ini, sambungnya, USU telah sering bekerjasama dengan TVRI Medan baik itu acara seremonial USU maupun di tingkat fakultas, sehingga USU yakin andil TVRI sangatlah besar perannya memajukan informasi pendidikan di Sumatera Utara khususnya di USU. Rektor juga berharap dengan adanya kerjasama ini semakin membuka peluang bagi USU sendiri untuk mengenalkan semua kelebihan dan kemampuan yang dimiliki baik itu yang sifatnya edukatif ilmiah ataupun edutainment bisa diliput dan di expose. “Semoga kedepannya kerjasama ini semakin berkembang dan lebih maju lagi dan USU tetap terus mendukung TVRI untuk menggali dan meng’expose’ potensi di Sumatera Utara umumnya dan USU khususnya, apalagi bagi mahasiswa akan semakin bersemangatlah mereka untuk berkreasi dan berinovasi”, tutur Rektor USU mengakhiri.

PT. Telkom Berikan Layanan Wi-Fi Gratis Di USU
Written by Webmaster Thursday, 26 January 2012 22:27


Rektor Kukuhkan Dua Guru Besar USU
Written by Webmaster Wednesday, 25 January 2012 20:04
Rektor USU Prof. Syahril Pasaribu kukuhkan dua orang Guru Besar Tetap (Profesor) baru bagi universitas tersebut. Kedua Profesor baru tersebut masing-masing Prof. Dr. dr. Delfitri Munir Sp.THT-KL(K) yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher pada Fakultas Kedokteran USU dan Prof. Dr. Dra. Irnawati Marsaulina Simatupang, MS yang dikukuhkan menjadi Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Kesehatan Lingkungan pada Fakultas Kesehatan Masyarakat USU.
Dalam sambutannya pada upacara pengukuhan guru besar tersebut yang berlangsung Sabtu (21/1) di Gelanggang Mahasiwa Rektor Prof. Syahril Pasaribu menyampaikan bahwa “Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, bahwa Guru Besar atau Profesor adalah Jabatan Fungsional tertinggi bagi dosen yang masih mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi atau dalam hal ini adalah universitas”. Selanjutnya Rektor memaparkan bahwa “Sebagai jabatan akademik tertinggi, Profesor mempunyai kewenangan dan kewajiban khusus yaitu, Membimbing Calon Doktor, Menulis Buku dan Karya Ilmiah, Serta menyebarluaskan gagasannya untuk mencerahkan masyarakat”.
Hal tersebut masih ditambah lagi dengan beban kerja dosen yang mencakup beberapa kegiatan pokok yang diantaranya, Merencanakan pembelajaran, Melaksanakan proses pembelajaran, Melakukan evaluasi pembelajaran, Membimbing dan melatih, Melakukan penelitian, Melakukan tugas tambahan, Serta melakukan pengabdian kepada masyarakat, imbuh Rektor. Namun Rektor menekankan, “Tentunya dengan tugas berat ini, telah pula mendapat perhatian pemerintah dengan diberikannya “reward” dalam bentuk “Tunjangan Kehormatan” kepada para profesor yang diangkat, dengan nilai tunjangan kehormatan setara dengan 2 (dua) kali gaji pokok pada tingkat, masa kerja dan kualifikasi yang sama”.

Selanjutnya Rektor mengingatkan kepada kedua Profesor yang baru dikukuhkan, agar memiliki pemahaman atau persepsi, bahwa dengan dikukuhkannya saudara menjadi guru besar, diharapakan akan menghasilkan karya yang besar. Tentunya dengan karya-karya besar atau fenomenal yang akan dilahirkan nantinya, akan berdampak langsung tidak hanya bagi pengembangan kualitas diri individu, tapi juga bagi universitas ini dan masyarakat, sehingga kedepan universitas ini akan dapat berkembang menjadi lebih baik lagi, tambah Rektor.

Sementara itu Prof. Dr. dr. Delfitri Munir Sp.THT-KL(K) dalam Pidato Pengukuhannya yang berjudul “UPAYA DETEKSI DINI KANKER NASOFARING DI SUMATERA UTARA” memaparkan bahwa Kanker Nasofaring (KNF) adalah tumor ganas karsinoma yang berasal dari epitel belakang hidung (nasofaring) yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Penyakit ini menduduki urutan keempat dari seluruh penyakit kanker setelah kanker mulut rahim, payudara dan kulit. Penyebab pasti KNF sampai saat ini masih belum diketahui. Beberapa penelitian mendukung peran virus Epstein-Barr (VEB) sebagai faktor etiologi utama. Individu yang mempunyai alal gen HLA-DRB1*08 mempunyai resiko menderita KNF 4 kali dibanding individu yang tidak mempunyai alal gen tersebut (p<0,05). Memberdayakan petugas kesehatan di basis terdepan pelayanan kesehatan seperti dokter di Puskesmas dan Bidan desa sangat diperlukan untuk dapat berperan mendiagnosis KNF lebih dini.
Sedangkan Prof. Dr. Dra. Irnawati Marsaulina Simatupang, MS dalam pidato Pengukuhannya yang berjudul “PENGENDALIAN MALARIA DI INDONESIA DULU SEKARANG DAN YANG AKAN DATANG” menyampaikan bahwa Malaria juga merupakan salah satu faktor penting penyebab tingginya angka kematian bayi dan anak-anak. Infeksi malaria selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran, kematian prakelahiran, dan berat bayi lahir rendah.
Prof. Irnawati menekankan bahwa pengendalian malaria yang berhasil adalah dengan menempatkan program pengendalian ke dalam bagian integral pembangunan kesehatan nasional dan di dukung oleh kerjasama lintas sektoral pada semua tingkat, melibatkan peran serta anggota masyarakat dan orang-orang yang berkerja di bidang pendidikan, pertanian, lingkungan, sanitasi dan pembangunan masyarakat.
Dengan dikukuhkannya ke dua orang guru besar yang baru ini, maka saat ini USU telah memiliki sebanyak 167 orang guru besar. (vie/humas)
Last Updated on Wednesday, 25 January 2012 20:25More Articles...
- Pemkab Serdang Bedagai Tingkatkan Kualitas SDM Bersama USU
- Kemhan Kirim Personel Untuk Tugas Belajar di FK USU
- Dubes Hunggaria untuk ASEAN Berikan Ceramah Ilmiah di USU
- Mahkamah Agung RI Berikan Sertifikat Akreditasi Kepada Fakultas Hukum USU
- Dua Mahasiswa USU Ikuti Parlemen Remaja Tingkat Mahasiswa 2011
Page 1 of 88



