Home

Berita

PT. BNI (Persero) Tbk Berikan Bantuan Ke USU

PDFPrintE-mail

Written by Webmaster Friday, 03 February 2012 18:05

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Kantor Cabang Utama USU Medan memberi bantuan kepada Universitas Sumatera Utara berupa 3 (tiga) unit sepeda motor trail Kawasaki, 1 (satu) unit Shop Panel, dan 6 (enam) unit Samsung Galaxy Tab, Kamis (2/2). Penyerahan bantuan tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Branch Manager PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang USU Khairul Fithri kepada Pembantu Rektor V USU Ir. Yusuf Husni di gedung Biro Rektor BPA USU lantai III.

 

bni2

Khairul Fithri mengatakan penyerahan bantuan yang diberikan oleh PT BNI tersebut adalah bentuk apresiasi PT BNI kepada USU karena adanya kerjasama kedua belah pihak yang telah terjalin baik selama ini. "Tujuannya tak lain adalah untuk lebih mengeratkan hubungan antar institusi kedua pihak”, ujar beliau.

 

Sementara Pembantu Rektor V USU Ir. Yusuf Husni menyambut baik dan mengucapkan terimakasih atas penyerahan bantuan PT BNI yang merupakam wujud apresiasi kepada USU tersebut. “Semoga apresiasi yang diserahkan oleh PT BNI ini bermanfaat bagi USU khususnya  kelancaran operasional”, ucap Yusuf Husni.

bni1
Turut hadir dalam acara penyerahan itu Pembantu Rektor IV USU Prof. Ningrum Natasya Sirait, Sekretaris Eksekutif Drs. M Lian Dalimunthe, M.Ec., Ak., jajaran pimpinan PT BNI antara lain Vice President PT BNI Maya Irma Tobing, dan Relationship Manager PT BNI Abiwodo. (vie/humas)
Last Updated on Friday, 03 February 2012 18:19  
 

PPATK Kerjasama Dengan USU Cegah Money Laundering

PDFPrintE-mail

Written by Webmaster Thursday, 02 February 2012 22:07

Universitas Sumatera Utara lakukan kerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), di gedung Biro Rektor BPA USU lantai III. Penandatanganan itu dilakukan oleh  Rektor Prof. Syahril Pasaribu dengan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf, SH, MM, Senin (30/1), disaksikan langsung oleh Kapoldasu Irjen Pol. Wisnu Amat Sastro, Andar W Perdana dari Kejati Sumut, Pembantu Rektor II USU Prof. Armansyah Ginting, Pembantu Rektor IV Prof. Ningrum Natasya Sirait, dan Pembantu Rektor V Ir. Yusuf Husni.
Rektor mengatakan bahwa maksud diadakannya Nota Kesepahaman itu adalah untuk mewujudkan kerangka kerjasama dalam rangka pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, dan kerjasama itu bertujuan untuk bersama-sama dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang secara efektif melalui penelitian dan pengembangan di bidang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Apalagi, ujarnya, USU merupakan lembaga pendidikan tinggi dengan misi untuk menyelenggarakan pembelajaran dan pengabdian berbasis riset. “Sehingga USU berkomitmen untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat melalui kerjasama dengan PPATK dalam upaya  pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang ini”, ujar Rektor serta berharap dengan adanya kerjasama ini diharapkan ada tindak lanjut dan hasil yang positip bagi bangsa dan Negara Indonesia.

ppatk2

Sementara Kepala PPATK Muhammad Yusuf, SH, MM menyebutkan bahwa ruang lingkup Nota Kesepahaman itu meliputi pengembangan kajian keilmuan di berbagai bidang yang terkait dengan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang melalui penelitian aplikatif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan melakukan sosialisasi mengenai rezim antipencucian uang di Indonesia. Dan dengan adanya kerjasama tersebut, ujar beliau, USU dapat dilibatkan dalam melakukan riset mengenai analisis strategis dan tipologi atau modus tindak pidana pencucian uang yang terjadi di dalam dan di luar negeri serta dalam melakukan penelitian mengenai perkembangan konvensi atau rekomendasi internasional di bidang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Kemudian memberikan sosialisasi tentang rezim anti pencucian uang kepada civitas akademika USU, serta memberikan kesempatan kepada civitas akademika USU untuk mengikuti pendidikan dan/atau pelatihan yang diselenggarakan PPATK atau mitra kerja PPATK. Dengan kerjasama itu pula PPATK memberikan bahan-bahan kepustakaan yang terkait dengan tindak pidana pencucian uang kepada civitas akademika USU, dan menerima kunjungan belajar USU, termasuk namun tidak terbatas kepada dosen dan mahasiswa USU.

ppatk1

 

Muhammad Yusuf, SH, juga menambahkan bahwa dengan demikian USU dapat mengikutsertakan pegawai PPATK dalam berbagai program pendidikan termasuk namun tidak terbatas pada kursus singkat (short course), pendidikan profesi, maupun jenjang pendidikan S1, S2, dan S3 dengan mematuhi persyaratan yang ditentukan oleh USU, memberikan bantuan keahlian terkait dengan penelitian dan pengembangan dibidang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang termasuk namun tidak terbatas pada pengembangan SDM, menyampaikan hasil kajian atau makalah ilmiah yang terkait dengan tindak pidana pencucian, serta mengikutsertakan PPATK dalam setiap kegiatan, termasuk namun tidak terbatas pada penelitian, observasi, seminar, dan workshop yang terkait dengan bidang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian.

Dikatakannya, untuk saat ini kerjasama itu juga dilakukan dengan universitas lain seperti di UI, beberapa kampus di Surabaya dan Makassar, serta daerah lainnya. “Pusat Studi Kajian Antipencucian Uang PPATK juga sudah melakukan kerjasama dengan Kejaksaan di AS, dan PPATK menganggap bahwa MoU tersebut penting karena PPATK melihat saat ini banyak kekecewaan yang dihadapi terkait tindak laku aparat penegak hukum seperti Jaksa, Polisi, Bea Cukai, KPK, dan Pajak yang tidak menyikapi setiap laporan yang dikirim oleh PPATK”, ujarnyai. “Bila penerapan dan penegakan hukum yang terjadi saat ini tidak disikapi dengan baik dan benar maka seterusnya akan menjadi virus sehingga seolah-olah menjadi biasa, untuk itulah PPATK perlu menggandeng universitas sebagai social control , kampus adalah tempat dimana masih banyak mempunyai orang-orang yang idealis dengan sikap dan pemikiran ilmiahnya”, pungkas Muhammad Yusuf.  Setelah penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan, kegiatan dilanjutkan dengan Kuliah Umum disampaikan oleh Kepala PPATK Muhammad Yusuf, SH, MM, yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa di lingkungan USU, perwakilan bank, pengacara, penasehat hukum, masyarakat dan LSM. (vie/humas)
Last Updated on Thursday, 02 February 2012 23:17  
 

TVRI Medan Hadirkan Program Kegiatan Mahasiswa USU

PDFPrintE-mail

Written by Webmaster Friday, 27 January 2012 19:04

Universitas Sumatera Utara kembali mengadakan kerjasama yang kali ini dilakukan dengan Televisi Republik Indonesia (TVRI) Stasiun Sumatera Utara, Rabu (25/1). Perjanjian yang ditandatangani di gedung Biro Rektor (BPA) USU lantai III itu dilakukani oleh Kepala Stasiun TVRI Stasiun Sumatera Utara   Ir. Syafrullah dan Rektor Universitas Sumatera Utara Prof. Syahril Pasaribu dan disaksikan oleh beberapa kalangan Dekan dari lingkungan USU serta jajaran pimpinan TVRI Medan.

 

tvri2

 

Prof. Syahril Pasaribu mengatakan dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini yang menjadi tantangan berat bagi TVRI adalah regulasi pemerintah yang menyulitkan lembaga tersebut untuk maju dan berkembang. “Apalagi dengan makin menjamurnya televisi swasta yang maju maka akan semakin banyak ketinggalan yang dialami TVRI kita karena banyaknya kendala dan sekat-sekat yang harus dilewati”, ujar beliau. Sampai saat ini, sambungnya, USU telah sering bekerjasama dengan TVRI Medan  baik itu acara seremonial USU maupun di tingkat fakultas, sehingga USU yakin andil TVRI sangatlah besar perannya memajukan informasi pendidikan di Sumatera Utara khususnya di USU. Rektor juga berharap dengan adanya kerjasama ini semakin membuka peluang bagi USU sendiri untuk mengenalkan semua kelebihan dan kemampuan yang dimiliki baik itu yang sifatnya edukatif ilmiah ataupun edutainment bisa diliput dan di expose. “Semoga kedepannya kerjasama ini semakin berkembang dan lebih maju lagi dan USU tetap terus mendukung TVRI untuk menggali dan meng’expose’ potensi di Sumatera Utara umumnya dan USU khususnya, apalagi bagi  mahasiswa akan semakin bersemangatlah mereka untuk berkreasi dan berinovasi”, tutur Rektor USU mengakhiri.

 

tvri1

 

Sementara Kepala Stasiun TVRI Stasiun Sumatera Utara Ir. Syafrullah menyebutkan bahwa dalam kerjasama ini USU dan TVRI  Stasiun Sumatera Utara berusaha untuk bersama-sama menggiring kembalinya peran optimal TVRI selaku Lembaga Penyiaran Publik yang dimiliki oleh bangsa dan Negara sebagai penjaga keseimbangan dalam memenuhi kebutuhan publik atas tayangan-tayangan yang sehat, bermutu, mendidik, dan beretika. “Untuk selanjutnya kerjasama ini akan diwujudkan dalam bentuk kerjasama yang seimbang bagi penyediaan Program Acara Pendidikan”, ujar Ir Syafrullah. USU akan memberi andil yang besar dalam program tersebut, salah satunya seperti saat ini kami menghadirkan program Maha Muda Bijak, yaitu program yang meliput kreatifitas dan inovasi mahasiswa dan pemuda yang bijak dan baik melihat dan memberi solusi berbagai masalah warganegara dan bangsa serta melihat dan memberi solusi bagaimana peluang bagi kreatifitas dan inovasi ilmiah mereka tersebut di ‘aplikasi ‘ kan di dunia nyata dan dunia kerja. “Disinilah peran TVRI akan sangat mendukung setiap apa yang terjadi di dunia mahasiswa dan pemuda dengan sisi ilmiah dari penemuan-penemuan baru yang mungkin saat ini tidak ada atau belum di publikasikan ke masyarakat” tambah beliau. “Dan mungkin saja dari langkah ini akan banyak pula mahasiswa dan pemuda yang lain untuk berlomba-lomba dalam menghadirkan kreasi dan inovasi mereka yang selama ini tidak dilirik oleh beberapa pihak” pungkas Ir. Syafrullah. (vie/humas)
Last Updated on Friday, 27 January 2012 19:11  
 

PT. Telkom Berikan Layanan Wi-Fi Gratis Di USU

PDFPrintE-mail

Written by Webmaster Thursday, 26 January 2012 22:27

Perkembangan teknologi informasi (TI) saat ini sangatlah jauh berkembang dan maju dibanding 5 atau 10 tahun yang lalu, bahkan bila kita tidak memanfaatkan TI itu dengan arif dan baik kita akan kehilangan serta ketinggalan akan informasi terkini yang kita butuhkan, karena dengan TI itulah menjadi salah satu indikasi kemajuan suatu negara di berbagai bidang. Hal itu dinyatakan Rektor Universitas Sumatera Utara Prof. Syahril Pasaribu saat menerima kunjungan  PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TELKOM) dalam penyerahan layanan Wi-Fi untuk USU, di Ruang Rektor gedung Biro Rektor (BPA) USU lantai III, Rabu (25/1). “Apalagi informasi itu begitu mudahnya didapat saat ini sehingga saya menilai hal itu sangat luar biasa perkembangannya”, ujar Prof. Syahril Pasaribu menambahkan. Beliau juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kerjasama yang telah terjalin selama ini dengan PT. Telkom dan berharap kerjasama itu dapat terus berlanjut dalam bentuk yang lain untuk meningkatkan pelayanan kepada civitas akademika USU. “Dengan hal itu pula akses internet di USU akan terlayani seluruhnya“, ucap beliau mengakhiri.
telkom1
Sementara General Manager Enterprise Regional I Sumatera PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TELKOM) Muhammad Salsabil menyebutkan saat ini PT. Telkom akan terus menghadirkan 100.1000 lokasi layanan internet nirkabel (Wi-Fi) di seluruh Indonesia, terutama di sekolah-sekolah, univeritas, area publik,  dan pusat perbelanjaan. “ PT. Telkom juga terus meningkatkan layanan konsumsi bandwith di seluruh Indonesia, karena bila hal tersebut meningkat maka akan meningkatkan pula kreatifitas dan bisnis”, ujarnya. Dengan adanya akses internet gratis ini di USU, tambahnya, kita berharap pelayanan bagi seluruh civitas akademika akan semakin baik. Untuk itu layanan wi-fi gratis ini dapat diakses melalui perangkat Access Point yang telah terpasang di seluruh lingkungan Kampus USU terutama di tempat-tempat dimana biasanya banyak mahasiswa berkumpul seperti di kantin-kantin fakultas maupun di beberapa lobbi yang hal itu bertujuan untuk memudahkan akses internet mahasiswa. “Saat ini PT. Telkom menempatkan sebanyak 30 (tiga puluh) Access Point di lingkungan USU, diantaranya, di Klinik TI, Gelanggang Mahasiswa, Perpustakaan, kantin FKG, FISIP, Fak. Hukum, FMIPA, koridor dan kantin Fak. Keperawatan, Fak. Pertanian, Fak. Farmasi, kantin dan taman Fak. Teknik Industri, Fak. Psikologi, Fak. Ekonomi, dan banyak tempat lainya”, pungkas beliau.
telkom2
Turut hadir dalam acara penyerahan layanan Access Point di lingkungan USU itu Pembantu Rektor I Prof. Zulkifli Nasution, Pembantu Rektor IV Prof. Ningrum Natasya Sirait, Pembantu Rektor V Ir. Yusuf Husni, Wakil Kepala PSI Suharwinto, MT dan jajaran pimpinan di PT. Telkom antara lain Martalena (Account Manager Divisi Enterprise Service Unit Enterprise Regional 1 Sumatera). (vie/humas)
 
 

Rektor Kukuhkan Dua Guru Besar USU

PDFPrintE-mail

Written by Webmaster Wednesday, 25 January 2012 20:04

Rektor USU Prof. Syahril Pasaribu kukuhkan dua orang Guru Besar Tetap (Profesor) baru bagi universitas tersebut. Kedua Profesor baru tersebut masing-masing Prof. Dr. dr. Delfitri Munir Sp.THT-KL(K) yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher pada Fakultas Kedokteran USU dan Prof. Dr. Dra. Irnawati Marsaulina Simatupang, MS yang dikukuhkan menjadi Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Kesehatan Lingkungan pada Fakultas Kesehatan Masyarakat USU.

Dalam sambutannya pada upacara pengukuhan guru besar tersebut yang berlangsung Sabtu (21/1) di Gelanggang Mahasiwa Rektor Prof. Syahril Pasaribu menyampaikan bahwa “Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, bahwa Guru Besar atau Profesor adalah Jabatan Fungsional tertinggi bagi dosen yang masih mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi atau dalam hal ini adalah universitas”. Selanjutnya Rektor memaparkan bahwa “Sebagai jabatan akademik tertinggi, Profesor mempunyai kewenangan dan kewajiban khusus yaitu, Membimbing Calon Doktor, Menulis Buku dan Karya Ilmiah, Serta menyebarluaskan gagasannya untuk mencerahkan masyarakat”.

Hal tersebut masih ditambah lagi dengan beban kerja dosen yang mencakup beberapa kegiatan pokok yang diantaranya, Merencanakan pembelajaran, Melaksanakan proses pembelajaran, Melakukan evaluasi pembelajaran, Membimbing dan melatih, Melakukan penelitian, Melakukan tugas tambahan, Serta melakukan pengabdian kepada masyarakat, imbuh Rektor. Namun Rektor menekankan, “Tentunya dengan tugas berat ini, telah pula mendapat perhatian pemerintah dengan diberikannya “reward” dalam bentuk “Tunjangan Kehormatan” kepada para profesor yang diangkat, dengan nilai tunjangan kehormatan setara dengan 2 (dua) kali gaji pokok pada tingkat, masa kerja dan kualifikasi yang sama”.

 

rektor8

 

Selanjutnya Rektor mengingatkan kepada kedua Profesor yang baru dikukuhkan, agar memiliki pemahaman atau persepsi, bahwa dengan dikukuhkannya saudara menjadi guru besar, diharapakan akan menghasilkan karya yang besar. Tentunya dengan karya-karya besar atau fenomenal yang akan dilahirkan nantinya, akan berdampak langsung tidak hanya bagi pengembangan kualitas diri individu, tapi juga bagi universitas ini dan masyarakat, sehingga kedepan universitas ini akan dapat berkembang menjadi lebih baik lagi, tambah Rektor.

 

rektor9

 

Sementara itu Prof. Dr. dr. Delfitri Munir Sp.THT-KL(K) dalam Pidato Pengukuhannya yang berjudul “UPAYA DETEKSI DINI KANKER NASOFARING DI SUMATERA UTARA” memaparkan bahwa Kanker Nasofaring (KNF) adalah tumor ganas karsinoma yang berasal dari epitel belakang hidung (nasofaring) yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Penyakit ini menduduki urutan keempat dari seluruh penyakit kanker setelah kanker mulut rahim, payudara dan kulit. Penyebab pasti KNF sampai saat ini masih belum diketahui. Beberapa penelitian mendukung peran virus Epstein-Barr (VEB) sebagai faktor etiologi utama. Individu yang mempunyai alal gen HLA-DRB1*08 mempunyai resiko menderita KNF 4 kali dibanding individu yang tidak mempunyai alal gen tersebut (p<0,05). Memberdayakan petugas kesehatan di basis terdepan pelayanan kesehatan seperti dokter di Puskesmas dan Bidan desa sangat diperlukan untuk dapat berperan mendiagnosis KNF lebih dini.

Sedangkan Prof. Dr. Dra. Irnawati Marsaulina Simatupang, MS dalam pidato Pengukuhannya yang berjudul PENGENDALIAN MALARIA DI INDONESIA DULU SEKARANG DAN YANG AKAN DATANGmenyampaikan bahwa Malaria juga merupakan salah satu faktor penting penyebab tingginya angka kematian bayi dan anak-anak. Infeksi malaria selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran, kematian prakelahiran, dan berat bayi lahir rendah.

Prof. Irnawati menekankan bahwa pengendalian malaria yang berhasil adalah dengan menempatkan program pengendalian ke dalam bagian integral pembangunan kesehatan nasional dan di dukung oleh kerjasama lintas sektoral pada semua tingkat, melibatkan peran serta anggota masyarakat dan orang-orang yang berkerja di bidang pendidikan, pertanian, lingkungan, sanitasi dan pembangunan masyarakat.

Dengan dikukuhkannya ke dua orang guru besar yang baru ini, maka saat ini USU telah memiliki sebanyak 167 orang guru besar. (vie/humas)

Last Updated on Wednesday, 25 January 2012 20:25  
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 88