MEDAN-USU: Rektor Universitas Sumatera Utara Prof Dr Runtung, SH., M.Hum diwakili Wakil Rektor II Dr dr Muhammad Fidel Ganis Siregar, SpOG, menyatakan, Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) masih menjadi mata kuliah pilihan dengan syarat; hanya boleh diikuti oleh mahasiswa yang telah lulus 100 SKS.

KKN 2Hal itu disampaikan WR II saat membuka sosialisasi KKN-PPM, Jumat (17/02/2017) di Gelanggang Mahasiswa Pintu I Kampus USU, Medan. Hadir dalam kegiatan itu Ketua LPPM USU diwakili Sekretaris LPPM Prof Dr Dra Irnawati Marsaulina, MS dan dua orang nara sumber yakni Dr Budi Utomo, SP.MP dan dr Surya Dharma, MPH.

 

Acara sosialisasi itu sendiri berlangsung dua sesi yakni pagi mulai pukul 09:30 sampai 12:00 dan siang pada pukul 14:00 sampai 16:30. Untuk sesi siang arahan Rektor disampaikan Wakil Rektor III USU Drs Mahyuddin K.M.Nasution, MIT., Ph.D.

KKN 1Menurut WR II USU dalam sambutan di hadapan ratusan mahasiswa calon peserta KKN-PPM, pada dasarnya KKN bukan hal yang baru bagi USU karena USU pernah melaksanakannya sejak tahun 1972-1999. Selanjutnya karena sesuatu hal maka KKN dihentikan bersamaan dengan dihentikannya KKN di universitas-universitas lainnya di Indonesia pada tahun 1999.

 

Masih kata WR II, KKN tahun 2017 memasuki tahun ketiga pelaksanaan dan hal itu sejalan dengan imbauan DIKTI agar seluruh universitas menjalankan mata kuliah KKN. "Oleh sebab itu, mengingat sangat pentingnya program KKN bagi mahasiswa, perguruan tinggi dan masyarakat, maka USU kembali mengadakan kegiatan KKN pertama kali tahun 2015 dan KKN ini diharapkan akan menjadi mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa USU," terang pria yang mantan penjaga gawang PSMS di era 80-90-an itu.

KKN 3Sesuai dengan konsep yang dijalankan, KKN di masa kini berubah namanya menjadi KKN PPM. Konsep ini, jelas WR II USU itu, merupakan perbaikan dari konsep KKN di masa lalu yang lebih berorientasi top-down serta kegiatannya lebih kepada pengabdian mahasiswa saja. KKN PPM mengarah pada kegiatan yang berorientasi bottom-up yang mana mahasiswa bersama masyarakat berupaya untuk melakukan perubahan/perbaikan di masyarakat.

 

Selain belajar, mahasiswa juga melakukan pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat untuk bersama-sama membangun desa. Selama 3 (tiga) tahun desa-desa ini akan mendapat kunjungan mahasiswa KKN-PPM. Dan diharapkan nantinya desa binaan akan berubah menjadi lebih baik setelah 3 (tiga) tahun.

 

Di akhir sambutannya WR II USU mengucapkan selamat mengikuti kegiatan sosialisasi dan dapat bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan dimaksud.

KKN 4

Gorontalo

 

Sementara itu Sekretaris LPPM USU Prof Dr Dra Irnawati Marsaulina, MS dalam laporannya menyampaikan pada tahun 2017, rencana KKN- PPM akan dilaksanakan dalam 3 (tiga) program kegiatan yaitu:

1. KKN-PPM reguler yang akan dilaksanakan di Karo, Simalungun, Labuhan Batu Utara, Langkat dan Kota Tanjungbalai.
2. KKN Kebangsaan pada tahun 2017 akan dilaksanakan di Kota Gorontalo dan Universitas Negeri Gorontalo ( UNG) sebagai tuan rumah.
3. KKN Pulau Terluar yang rencananya akan dilaksanakan di Nias Utara.

 

Sebelumnya pada 2016 USU melaksanakan KKN Reguler di Karo, Simalungun, Samosir. Sementara KKN Tematik dilaksanakan di Kota Tanjungbalai. Untuk KKN Pulau Terluar dilaksanakan di Nias Utara, Sumut dan Pulau Simeulue, Provinsi Aceh. Untuk KKN Kebangsaan dilaksanakan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. (Humas) Mudiantoro Suwondo - 3 Mei 2012

Back to top