MEDAN: Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Jumat (10/03/2017) sepakat dan setuju membuat perjanjian tentang Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Program Jaminan Kecelakaan Kerja bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

 

Hal itu tertuang dalam perjanjian yang ditandatangani di ruang pertemuan Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jalan Pattimura, No 344 Medan. Hadir dan sekaligus menandatangi perjanjian dimaksud Bambang Utama, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Medan Kota dan dr. Azwan Hakmi Lubis, Sp.A, M.Kes, Direktur Utama RS USU.

 BPJS RS 1

Hadir dalam kegiatan itu dr. Sake Juli Martina, Sp.FK, sebagai Direktur Diklat, Penelitian dan Kerjasama, pejabat terkait dari BPJS Ketenagakerjaan, beberapa pejabat dari RS dan klinik swasta yang ada di Medan.

 

Adapun maksud perjanjian kerja sama ini adalah sebagai pedoman untuk kedua belah pihak dalam penyediaan layanan kesehatan bagi peserta program JKK di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara. Kemudian tujuan perjanjian kerja sama ini adalah terwujudnya kerja sama dan sinergi dalam rangka penyediaan layanan kesehatan bagi peserta program JKK di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara

 

Dalam kesepakatan itu antara lain, para peserta yang mendapatkan fasilitas itu adalah setiap orang, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat 6 (enam) bulan di Indonesia, yang telah membayar iuran. Peserta bukan penerima upah meliputi pemberi kerja, pekerja diluar hubungan kerja atau pekerja mandiri, dan pekerja yang bukan menerima gaji atau upah.

 BPJS RS 2

Para pekerja itu juga harus memiliki kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah kartu tanda kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang memiliki nomor identitas tunggal yang berlaku untuk program jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kematian, sesuai dengan penahapan kepesertaan.

 

Kesepakatan yang ditandatangani itu antara lain jaminan kecelakaan kerja yakni kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya, dan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.

 

Fasilitas yang didapatkan antara lain fasilitas kesehatan yang selanjutnya disingkat Faskes dan sistem rujukan. Kemudian tindakan medis serta pelayanan obat dan rawat inap. Para peserta juga dapat menggunakan fasilitas gawat darurat. Sementara kelas pelayanan mendapatkan fasilitas kamar kelas 1 (satu). 

 BPJS RS 3

Bambang Utama, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Medan Kota dalam sambutannya antara lain mengimbau kepada para peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk dapat memanfaatkan kerjasama ini. Pihaknya juga berharap RS USU dapat memberikan pelayanan maksimal kepada para peserta BPJS Ketenagakerjaan.

 

Sementara itu dr. Azwan Hakmi Lubis, Sp.A, M.Kes, Direktur Utama RS USU, menyampaikan terimakasih atas kerjasama yang sudah dijalin. Sebelumnya pihaknya pada 1 April 2016 juga melakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

 

Dr. Azwan Hakmi Lubis, selanjutnya mengatakan, RS USU sudah memperoleh akreditasi paripurna bintang lima dan hal itu merupakan satu tolak ukur agar pelayanan pasien dan peningkatan mutu memiliki standar.

 

"Ini salah satu usaha rumah sakit untuk upaya pelayanan. Sekarang di Sumatera Utara ada 40 rumah sakit yang sudah mendapatkan akreditasi, tetapi baru 10 rumah sakit yang meraih akreditasi paripurna. USU adalah yang kesembilan," kata Azwan Hakmi seraya menambahkan Rumah Sakit USU sudah beroperasi penuh dan ditetapkan oleh kementerian kesehatan di kelas C. (humas)

Back to top