Medan-USU: Diperlukan kerjasama tiga piranti antara Academic, Business dan Government (ABG) untuk membangun Hilirisasi Riset. Kampus tempat tersimpannya hasil–hasil riset dan masyarakat adalah pasar penerapan riset. Oleh karena itu diperlukan perantara; Bisnis, apakah itu bidang industri atau perusahaan untuk menghubungkan luaran riset dengan kebutuhan masyarakat; pemerintah, yang mengeluarkan kuasa untuk menerapkan kebijakan (hasil riset) dan memilki wilayah kerja dimana masyarakat berada, bertindak sebagai pemegang komitmen dan pendukung setiap aktivitas.

ICSB 1Pertalian erat ABG untuk mengembangkan hilirisasi riset akan melahirkan suatu daerah yang dikelola ABG secara bersama–sama. Daerah tersebut disebut Taman Sains dan Teknologi / science technopark (STP). Demikian seperti yang disampaikan oleh Wakil Rektor III USU Drs. Mahyuddin K. M Nasution, M.I.T, Ph.D selepas memperoleh penghargaan dari International Counsil For Small Business (ICSB) Indonesia dalam acara Gebyar UKM Indonesia pada (4/10/2016) di Gedung RRI Medan.

 

Staff Khusus Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia yang juga menjabat sebagai President of ICSB Indonesia Hermawan Kertajaya mengungkapkan apresiasinya terhadap capaian prestasi USU dalam mendukung kemajuan Usaha Kecil Menengah di kota Medan. “Dalam rangkaian penyelenggaraan acara Gebyar UKM Indonesia 2016, kami dari ICSB Indonesia dengan bangga memberikan apresiasi dan penghargaan ICSB INDONESIA PRESIDENTIAL AWARD 2016 kepada Universitas Sumtera Utara sebagai kategori Academician atas dedikasi dan komitmennya dalam mendukung kemajuan Usaha Kecil Menengah di Kota Medan” ungkap Hermawan.

ICSB 2Acara Gebyar UKM Indonesia tersebut diisi dengan rangkaian seminar tentang Usaha Kecil Menengah (UKM), Kurasi, Pameran dan Penghargaan. Hadir sebagai pembicara dalam acara seminar tersebut Executive Vice President ICSB Indonesia Dr. Jacky Mussry, VP Research ICSB Indonesia Catharina B Nawangpalupi, Staf Khusus Kementerian Koperasi & UKM RI Samuel Wattimena, unsur Dinas UKM Propinsi,Pihak Lazada dan Pihak BCA. Dalam Seminar Gebyar UKM tersebut dibahas beberapa hal penting mengenai UKM, seperti; Kiat Sukses UKM, Pengelolaan Finansial untuk UKM, Tips dan trik menang bersama E-Commerce, Jurus Jitu pemasaran UKM dan Pengembangan Model Bisnis UKM yang Efektif.

 

Seperti yang diungkapkan oleh Hermawan bahwa ICSB Indonesia adalah sebuah organisasi non–profit dunia yang mempunyai tujuan untuk melanjutkan pendidikan manajemen bagi pengusaha dan usaha kecil menengah. Dewan ini didirikan pada tahun 1956 ini bertujuan untuk membantu meningkatkan pengetahuan dari Usaha Kecil Menengah agar sukses dan memberikan dampak ekonomi dan sosial, bagi kemakmuran suatu negara. Keanggotaan organisasi ini terdiri dari 4 pilar utama ICSB, yaitu Academician, Reseachcer, Policy Maker dan Business Practitioner. Pada saat ini telah terdaftar 70 Chapter Negara yang menjadi anggota ICSB Indonesia sebagai afiliasi yang baru dibentuk didalamnya.

 

“Oleh karena itu ICSB Indonesia dengan dukungan penuh dari Kamenterian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia menyelenggarakan program acara Gebyar UKM Indonesia di 18 kota utama di Indonesia untuk mensosialisasikan semangat kewirausahaan yang Produktif dan Kreatif kepada UKM Indonesia” demikian ungkap Hermawan. (Humas/Andi).

Back to top